Nabire (19 Juni 2026) – Pengurus Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PAC LDII) Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, kembali menggelar kegiatan latihan rutin pencak silat. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan warga LDII ini mencakup berbagai jenjang usia, mulai dari pra-remaja, remaja, hingga kelompok usia istimewa.
Latihan rutin ini dipusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) Ganjar Waluyo, yang berada di dalam Kompleks Masjid Miftakhul Jannah, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire. Selain sebagai sarana olahraga untuk menjaga kebugaran fisik, latihan ini juga dimaksudkan sebagai bekal bela diri praktis bagi para pesertanya.
Ketua PAC LDII Karang Mulia, Abdul Rohman Nurhuda, menjelaskan bahwa seni bela diri pencak silat memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kontak fisik. Menurutnya, agenda rutin ini merupakan komitmen organisasi dalam merawat warisan leluhur sekaligus memperkuat imunitas warga.

“Latihan ini bukan hanya tempat untuk mengasah teknik jurus dan kemampuan fisik, tetapi juga menjadi wadah penting untuk mempererat tali persaudaraan antar-warga,” ujar Abdul Rohman.
Ia menambahkan, dalam setiap sesi latihan, para peserta tidak hanya dibekali dengan materi jurus dasar, teknik kuncian, dan aplikasi bela diri praktis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai luhur, budi pekerti, dan kedisiplinan yang menjadi fondasi utama pencak silat.
“Pencak silat bukan hanya tentang bela diri, melainkan warisan budaya bangsa yang harus terus kita hidupkan dan lestarikan di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, PAC LDII Karang Mulia berharap dapat melahirkan generasi muda yang sehat secara jasmani, memiliki mental yang kuat, serta berkarakter luhur demi berkontribusi positif bagi masyarakat di Kabupaten Nabire. (Zakka)
