Nabire, (4/1 ) — LDII Nabire menghadiri undangan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD Nabire refreshing bagi para pendekar, pelatih, pembina, serta keluarga. Kegiatan ini digelar sebagai refresing setelah dilaksanakanya kegiatan festival Pasanggiri baik putra dan putri, bertempat di Pantai Wisata Gedo pada Minggu, 4 Januari 2026.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persinas ASAD Papua Tengah Ir. Niki Afidah Mukmin, S.T., M.T. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pendekar dan pelatih untuk menjadikan momentum tahun baru sebagai semangat baru dalam meningkatkan kualitas pembinaan, khususnya dalam melatih warga ASAD, terutama generasi penerus.
“Di tahun yang baru ini, saya berharap para pendekar dan pelatih semakin bersemangat, kompak, dan konsisten dalam membina generasi muda ASAD agar terus berprestasi dan berakhlak baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengkab Persinas ASAD Nabire Nano Jafar Ismail, turut memberikan motivasi kepada para pelatih dan pendekar agar senantiasa giat berlatih serta terus meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan dalam berlatih pencak silat.

Pada kesempatan yang sama, Pembina Persinas ASAD Nabire H. Nasirun, dalam arahannya menekankan pentingnya keikhlasan dalam proses melatih. Ia berpesan agar para pelatih menjalankan amanah dengan penuh rasa senang dan niat karena Allah SWT, sehingga apa yang dilakukan membawa keberkahan.
Setelah sesi sambutan dan arahan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan kebersamaan yang dipandu oleh Sekretaris Pengprov Persinas ASAD Papua Tengah Yuli Subagio. Suasana semakin hangat dan penuh keakraban hingga acara ditutup dengan santai menikmati keindahan Pantai Gedo serta ramah tamah antar peserta.
Pawiro, SP sebagai tamu undangan mengatakan cukup senang dan antusias dalam menghadiri undangan refresing para Pendekar, Pelatih serta pengurus PERSINAS ASAD Nabire.
MoU (Memorandum of Understanding) antara LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan Persinas ASAD adalah kesepakatan untuk membina generasi muda agar menjadi profesional religius dengan karakter luhur melalui pencak silat, memperkuat pembinaan mental spiritual, dan memanfaatkan media digital serta berbagai bidang lain seperti ekonomi syariah. Tujuannya adalah mencetak SDM unggul yang berakhlakul karimah, menjunjung tinggi sportivitas, serta mendukung program LDII dalam pembangunan bangsa, dengan Persinas ASAD sebagai wadah pencak silatnya. Terang Pawiro.
Tujuan kami menghadiri undangan organisasi Persinas ASAD bagi LDII antara lain mempererat silaturahmi, menunjukkan sikap saling menghormati, dan memupuk kerukunan antar organisasi masyarakat, khususnya dalam bidang olahraga bela diri. Kegiatan ini juga menjadi ajang komunikasi yang baik untuk meningkatkan kerja sama dalam memajukan olahraga nasional dan kegiatan positif lainnya di Masyarakat, tutup Pawiro. (Yurie)

