Nabire, 24 Agustus 2026 — Menyikapi fenomena kemarau panjang yang memicu bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta menimbulkan kabut asap pekat di wilayah Nabire, SENKOM Mitra Polri Nabire turut serta dalam Apel Siaga Penanganan Karhutla yang berlangsung di Komplek Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah, Senin (24/8).
Apel siaga ini digelar sebagai langkah krusial untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam mengutamakan upaya pencegahan dini agar titik api tidak meluas. Kegiatan ini melibatkan sinergi berbagai elemen, mulai dari TNI, Polri, Polisi Kehutanan (Polhut), Satpol PP, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, hingga jajaran relawan dan masyarakat umum.

Dalam keterlibatannya, SENKOM Mitra Polri Nabire menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah dan aparat penegak hukum melalui beberapa fokus aksi di lapangan, diantaranya deteksi dini sumber api yaitu mengoptimalkan jaringan komunikasi anggota di lapangan untuk memantau dan mendeteksi kemunculan titik api secara cepat, dan Koordinasi Lintas Sektoral dengan mengirimkan informasi secara akurat dan responsif kepada petugas gabungan agar penanganan dapat dilakukan sebelum api membesar. Disertai dengan pelaksanaan tugas responsif & humanis dengan mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat dalam memberikan edukasi dan imbauan terkait bahaya Karhutla.
Langkah kolaboratif ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi kesehatan masyarakat di Provinsi Papua Tengah dari ancaman bahaya asap.
Dengan kesungguhan, kesiapsiagaan, dan sinergi yang kuat antara program pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan musibah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Nabire dapat segera teratasi dengan baik (Yurie)
