Nabire, 15/02/2026 – Bertempat di Padepokan Almanshurin, Kampung Kalisemen, Distrik Nabire Barat, ratusan generasi muda (generus) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar latihan rutin pencak silat. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menjaga warisan budaya nusantara sekaligus memperkuat karakter pemuda di tanah Papua.
Latihan ini dibina langsung oleh pelatih dari Pengkab PERSINAS ASAD (Persatuan Silat Nasional Aman Selamat Ampuh Damai) Kabupaten Nabire. Selain teknik bela diri, para peserta juga dibekali dengan nilai-nilai spiritual dan etika.
Ketua PERSINAS ASAD Nabire, Nano Jafar Ismail, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga fisik atau alat pertahanan diri. Menurutnya, ada misi besar dalam pembentukan kepribadian setiap atlet.
“Tujuan utama kami adalah membentuk karakter yang disiplin dan tangguh. Melalui pencak silat, para generus belajar menghargai proses, menghormati sesama, dan yang terpenting adalah melestarikan budaya bangsa agar tidak tergerus zaman,” ujar Nano.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Nabire, Pawiro, SP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan bagi pemuda LDII. Target akhirnya adalah melahirkan individu yang seimbang antara kecakapan duniawi dan kematangan spiritual.
“Kami fokus pada target Profesional Religius. Artinya, generus Nabire tidak hanya harus sehat dan jago bersilat secara profesional, tetapi juga harus memiliki pemahaman agama yang kuat (alim-faqih), berakhlakul karimah, dan mandiri,” jelas Pawiro.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire aktif dalam melakukan pembinaan umat melalui dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda untuk berkontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Nabire. (Yurie)
